Minggu, 08 Februari 2009

LOVE OR SAUDARA

Cerita ini kisah nyata salah seorang teman gw. Jika cinta itu tumbuh diantara ikatan darah, apakah yang dapat kita lakukan???
“Dia sepupu lo ya Rio?” tanya teman-teman gw, saat gw dan teman-teman sedang ngumpul di rumah.
“Yups..dia Citra, baru kemarin datang dari Medan”
“Cantik juga ya...” koment Dito.
“Citra yang ada di foto itukan?” kali ini Ijonk yang nanya. Gw Cuma mengangguk,
“Ternyata aslinya jauh lebih cantik, boleh donk nih Rio buat gw??” goda Ijonk cengengesan.
Di pojok taman rumah, Citra asik bermain dengan adek gw yang baru berumur 3 tahun. Tersenyum sumringah tanpa sadar kalau ribuan mata macan jantan sedang memperhatikannya dan siap menerkam wanita cantik yang sangat indah.
“Bagaimana Ri, boleh nggak buat gw?” Ijonk kembali bertanya. Gw menatap sahabat dari SMA gw itu, tersenyum ragu.
Sejak sore itu, gw tak bisa melepaskan Citra dari pikiran gw. Setiap kita ngobrol di meja makan, nonton TV bareng atau Cuma berpapasan, gw semakin merasa aneh dengan apa yang gw rasa. Gw bahkan sering mencuri pandang sekedar untuk melihat wajah Citra. Oh Tuhan, masih wajarkah ini???huuuu.....
“Brrrrrrrrrrr......” gw mencuci wajah dengan air dingin, mengharapkan otak gw kembali normal.
“Tokk...tokkk...” suara ketokan pintu menyadarkan gw. “Masuk” teriak gw, segera menyeka air di wajah dengan handuk mungil kesayangan gw.
Sosok mungil masuk ke kamar gw, “Citra....”, mahluk tuhan itu tersenyum.
“Kak hari ini sibuk nggak???” tanyanya.
Sejenak gw terpaku.
“Hmmmm...dua hari lagi Citra pulang ke Medan, jadi Citra berencana buat jalan-jalan dulu, kalau kak Rio nggak sibuk, Citra minta ditemani” lanjutnya, sementara itu ia tetap berdiri di dekat pintu.
“Ohhh....Boleh, Citra mau kemana saja?” tanya gw canggung. Lagi-lagi ia tersenyum, “Terserah kakak deh”
“Ok gw siap-siap dulu ya” jawab gw. Kali ini ia tertegun, “Sekarang....??” ucapnya. Gw mengangguk. “Ok!” jawab Citra seraya tersenyum dan keluar dari kamar.
“Hhhuuuuuuu......” Sejenak gw menarik napas lega. Hampir saja gw ketahuan. Kalau Citra tahu belakangan ini gw sering memikirkan dia, mau ditaruh dimana nih muka???
****
Gw sudah merencanakan kemana saja gw akan jalan sama sepupu gw itu. Yang pertama gw ingin kita ke wisata Kaliurang, setelah itu nonton film ke bioskop dan makan malam bareng. Saat gw siap-siap dengan MOGE kesayangan gw, Citra muncul dengan T-Shirt Ungu dan sweater putih. Lagi-lagi dia membuat gw terpesona.
“Kita naik motor kak?” tanyanya.
Gw mengangguk, “Nggak keberatankan?? Atau mau pakai mobil?” gw memberi alternatif. Dia menggeleng , “Ohh nggak apa-apa kok, Citra kan juga jarang naik motor” ia tersenyum. Tiba-tiba nyokap nongol dari dalam rumah, “Kenapa nggak bawa mobil saja Rio? Nanti Citra masuk angin loh!” ucap nyokap seraya merangkul Citra.
“Nggak apa-apa kok tante,,”
“Tuh Citranya mau kok Ma!” timpal gw.
Nyokap menatap Citra, dan mencium kening gadis mungil tersebut “Ya sudah, nanti pegangan yang erat ya dengan Rio. Dan kamu Rio, jangan ngebut!!!” hardik nyokap. Uhhh dengan Citra saja lembutnya bukan main, nahhh sama gw anaknya sendiri???ckck...
Gw pun memulai perjalanan dengan adek sepupu gw itu. Seperti pesan nyokap, dia pun memeluk gw erat. Sangat erat malah!!! Gw juga masih bingung, kenapa gw memilih jalan dengan MOGE gw, padahal gw membawa gadis mungil yang sangat lembut. “Lo takut ya Cit?” gw mencoba memecah keheningan.
“Sedikit” ucapnya jujur.
Gw tersenyum mendengar jawaban itu, entah sadar atau tidak, gw menggenggam jemari Citra yang terasa dingin.
“Lo nggak pernah naik motor sebelumnya?” tanya gw lagi. Ia menggeleng.
Kali ini gw terkekeh, “Tenang kok sebentar lagi kita juga bakal nyampai”
Tiba-tiba Citra menyandarkan kepalanya ke badan gw, meskipun terhalang oleh sebuah Helm tapi gw tak bisa membohongi, kalau detak jantung gw semakin tak karuan.
Oh Tuhan.....
Gw dan Citra pun asyik menikmati area outbond di Kaliurang, yang paling menyenangkan ketika main flying fox, apalagi gw belum pernah nyoba ntuh permainan meskipun gw asli Jogja. Hehe....Sesaat gw lupa kalau kita adalah saudara sepupu. Gw bahkan benar-benar menikmati saat-saat gw bersama Citra.
Perjalanan pun dilanjutkan dengan nonton film ke bioskop, kita sepakat memilih “TWILIGHT”, film drama vampire romantis. Lagi-lagi gw merasa hal yang sama, saat Citra berteriak takut dan memegang tangan gw. Jantung gw seakan berpacu dengan waktu. Ia terasa sangat dekat.
Jalan-jalan pun diakhiri dengan makan malam, gw memilih Solaria sebagai tempat makan malam kita berdua.
“Disini menunya enak-enak loh Cit” gw pamer ke Citra, seraya mengenalkan menu-menu yang gw suka.
Dan Tuhan, lagi-lagi gw melupakan kalau kita adalah saudara sepupu.
Keesokan harinya, tepatnya sehari sebelum Citra pulang. Gw sudah nggak bisa membohongi diri gw lagi. Gw suka sama dia, gw suka dia sebagai seorang wanita bukan saudara. Dan gw pun memilih untuk mengungkapkan apa yang gw rasa, apapun resikonya. Tepat disaat perjalanan pulang dari mencari ole-ole, gw mencoba bicara dengan Citra,
BERSAMBUNG

Tidak ada komentar: